Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 08 Desember 2010

EMPAT FAKTOR PENDORONG MAKSIAT DAN DOSA

Di dalam kitab Minhajul Abidin, di sebutkan, bahwa penghalang orang tidak bisa ibadah yang kedua adalah Aqabatut tabat yakni, banyaknya dosa penghalang yang belom kita taubati. beliau- Al Gazali- menyebutkan Dosa itu ada tiga kelompok di lihat dari kepada siapa dosa tadi terkait. 1. dosa meninggalkan kewajiban kewajiban dari Allah. 2. dosa melanggar larangan larangan Allah, dan 3. dosa yang berkaitan dengan manusia lain.

Ketahuilah bahwa taubat berarti meninggalkan dosa. Namun, tidak mungkin kita meninggalkan sesuatu kecuali setelah mengenalinya.
Karena taubat itu wajib, tentu apa-apa yang turut mengantarkan kepadanya juga wajib. Maka, upaya mengenali dosa-dosa adalah wajib.
Dosa identik dengan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Alloh dalam bentuk tindakan meninggalkan perintah atau melakukan larangan.
Ketahuilah, manusia memiliki banyak karakter dan sifat sebagaimana telah dipaparkan dalam kitab ‘Aja’ib al-Qalb (keajaiban-keajaiban hati), tetapi faktor-faktor penyebab berbagai macam dosa itu tersimpul pada empat sifat ;
1. Rububiyah ( sifat-sifat ketuhanan )
2. Syaithoniyah ( sifat-sifat setan )
3. Bahimiyah ( sifat-sifat binatang ternak )
4. Sabu’iyah ( sifat-sifat binatang buas )
Hal demikian karena tanah yang merupakan asal ciptaan terdiri dari beberapa campuran, yang masing-masing dari komponen tersebut menuntut karakter dan pengaruh sendiri-sendiri di dalam komposisinya, seperti halnya gula, cuka, dan za’faran didalam larutan sekanjabin menghasilkan pengaruh yang berbeda-beda pula.
Inilah penjelasan dari empat sifat diatas :
Pertama, hal-hal yang menuntut kecebderungan kepada sifat rububiyah,misalnya sifat sombong, bangga, pemaksa, suka pujian, sanjungan, gila kehormatan, kekayaan, cinta status quo, serta mendambakan super prioritas atas semua golongan hingga seakan-akan ia ingin mengatakan: ” Aku adalah tuhan kalian, yang paling tinggi !”. lalu dari sini bercabang pula sejumlah dosa-dosa besar yang sering diabaikan oleh makhluk dan tidak dianggap sebagai dosa.; padahal merupakan penyebab bencana yang amat besar yang berstatus sebagai biang bagi kebanyakan perbuatan maksiat.
Kedua, yaitu sifat syaithoniyah yang darinya bercabang sifat dengki, kelaliman, muslihat, tipu daya, anjuran kepada kerusakan dan kemunkaran,. Termasuk pula didalamnya kecurangan, kemunafikan dan ajakan kepada bid’ah dan kesesatan.
Ketiga, yaitu sifat bahimiyah, yang darinya bercabang tamak, rakus, dan ambisi dalam memenuhi ambisi nafsu perut dan biologis. Kemudian termasuk pula perbuatan zina, sodomi, pencurian, tindakan memakan harta anak yatim, serta pengumpulan harta untuk melayani syahwat.
Keempat, yaitu sifat Sabu’iyah dan darinya bercabang sifat amarah, dendam, agresifitas kepada orang lain dengan memukul, mencaci maki dan membunuh serta menghambur-hamburkan kekayaan, di samping pula bercabang dosa-dosa yang lain.
Sifat-sifat ini tumbuh secara gradual pada fitrah, didahului oleh sifat bahimiyah yang mendominasi pertama kali, kemudian diiringi oleh sifat sabu’iyah. Lantas jika keduanya telah menyatu, digunakan akal licik untuk melakukan tipu daya, makar dan muslihat, dan itulah sifat syaithoniyah. Lalu terakhir, yang mendominasi ialah sifat rububiyah, yaitu kebanggan, ketinggian, kedudukan, keangkuhan dan superprioritas atas seluruh makhluk.
Inilah biang-biang dari segala dosa serta sumber-sumbernya, kemudian memancarlah beragam dosa dari sumber-sumber ini kepada seluruh anggota tubuh, dimana sebagiannya hanya terbatas kepada hati seperti kufur, bid’ah dan nifaq. Lalu sebagian lagi menuju ke mata dan telinga; sebagian kepada kedua tangan dan kaki, dan sebagian lagi berlaku untuk seluruh tubuh.
hamba semata

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar